Senin, 18 Februari 2013

Song Page :)


NUANSA BENING
Cipt : Keenan Nasution
Penyanyi : Keenan Nasution
Tahun Populer : 1978

Oh tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja
Waktu perkenalan terjalin sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan


            Oh tiada kejutan pesona diri
            Pertama kujabat jemari tanganmu
            Biasa saja
            Masa perkenalanpertalian lewatlah sudah
            Ada yang menarik bayang-bayangmu
            Tak mau pergi
            Dirimu nuansa-nuansa ilham
            Hamparan laut tiada bertepi


                        Reff     :           Kini terasa sungguh
                                                Semakin engkau jauh
                                                Semakin terasa dekat
                                                Akan tumbuh kembangkan

                                                Kasih yang kau tanam
                                                Di dalam hatiku
                                                Menatap nuansa-nuansa bening
                                                Jelasnya doa bercita



TUHAN
Cipt : Sam Bimbo
Penyanyi : Bimbo
Tahun Populer : 1974
Tuhan...
Tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala peluh

            Tuhan...
            Tuhan Yang Maha Esa
            Tempat aku memuja
            Dengan segala doa

Reff      :           Aku jauh, engkau jauh
                        Aku dekat engkau dekat
                        Hati adalah cermin
                        Tempat pahala dosa berpadu


AYO MAMA
Cipt : Yopie Latul
Penyanyi : Hamiedan ac
Tahun populer : 1955-1969

Ayam hitam telurnya putih
Mencari makan di pinggir kali
Sinyo hitam giginya putih
Kalau ketawa manis sekali


Ayo mama, jangan mama marah beta
Dia cuma cuma pegang beta
Ayo mama, jangan mama marah beta
Lah orang muda punya biasa


GANG KELINCI
Cipt : Titiek Puspa
Penyanyi : Lilis Suryani
Tahun Populer : 1960-an

Jakarta kota ku indah dan megah
Di situlah aku di lahirkan
Rumahku di salah satu gang
Namanya gang kelinci
Entah apa sampai namanya kelinci
Mungkin dulu kerajaan kelinci
Karena manusia bertambah banyak
Kasihan kelinci terdesak

Sekarang rumahnya berjubel
Oh…padat penghuninya
Anak-anak segudang
Krudak… kruduk…
Kayak kelinci

Kami semua hidup rukun dan damai
Hanya satu yang aku herankan
Badanku bulat tak bisa tinggi
Persis seperti anak kelinci

SI HITAM
Cipt : Titiek Puspa
Penyanyi : Titiek Puspa
Tahun populer : 1963-1964

Dulu pernah aku punya seorang kawan
Namanya lucu tapi cukup mengesankan
Pula badannya kecil dan kulitnya hitam
Baik budi seperti seorang seniman
Kuingat namanya, oh si hitam



Tapi dia kini tak pernah lagi muncul kembali
Kabarnya dia telah lama pergi
Dan kini menjadi kiai



Oh, si Hitam, si Hitam,
Kawanku sayang
Walau kini kau tak pernah menjelang datang
Tapi namamu selalu di dalam ingatan
Karena budimu baik seperti seniman
Salamku padamu ooh si Hitam


Oh, si Hitam, si Hitam,
Kawanku sayang
Walau kini kau tak pernah menjelang datang
Tapi namamu selalu di dalam ingatan
Karena budimu baik seperti seniman
Salamku padamu ooh si Hitam



SYMPHONY YANG INDAH
Cipt : Robby Lea
Penyanyi : Bob Tutupoly
Tahun Populer : 1980
Alun sebuah symphony
Kata hati disadari
Merasuk sukma kalbuku
Dalam hati ada satu
Manis lembut bisikanmu
Merdu lirih suaramu
Bagai pelita hidupku

Berkilauan bintang malam
Semilir angin pun sejuk
Seakan hidup mendatang
Dapat kutempuh denganmu
Berpadunya dua insan
Symphony dan keindahan
Melahirkan kedamaian
Melahirkan kedamaian

Syair dan melodi
Kau bagai aroma penghapus pilu gelora di hatiku
Bak mentari kau sejukkan hatiku
Burung-burung pun bernyanyi
Bunga-bunga pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku mekar kembali
Terhibur symphony
Pasti hidupku kan bahagia


LILIN-LILIN KECIL
Cipt : James F. Sundah
Penyanyi : Chrisye
Tahun populer : 1977
Oh...
Manakala mentari tua
Lelah berpijar
Oh...
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkerut-kerut tiada berseri
Tersendat-sendat merayap
Dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah berganti

Reff      :           engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau mengganti
                        Sanggupkah kau memberi
                        Seberkas cahaya
                        Engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau berpijar
                        Sanggupkah kau menyengat
                        Seisi dunia

Oh...
Manakala mentari tua
Lelah berpijar
Oh...
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkerut-kerut tiada berseri
Tersendat-sendat merayap
Dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah berganti

                        engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau mengganti
                        Sanggupkah kau memberi
                        Seberkas cahaya
                        Engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau berpijar
                        Sanggupkah kau menyengat
                        Seisi dunia




ANAK KAMBING SAYA
Cipt :
Penyanyi : Rivananda Tieshadiona Rahardjo
Tahun populer : 1999
Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati tuan ada di kampung baru

Reff      :           caca marica he hei
                        Caca marica he hei
                        Caca marica ada di kampung baru

                        Caca marica he hei
                        Caca marica he hei
                        Caca marica ada di kampung baru


BURUNG KAKAK TUA
Cipt :
Penyanyi :
Tahun populer :






Burung kakak tua
Hinggap di jendela
Nenek sudah tua
Giginya tinggal dua...

Trek dung... trek dung...
Trek dung .. la.. la,.. la...
Trek dung... trek dung...
Trek dung la... la.. la...
Trek dung... trek dung...
Trek dung la... la.. la..
Burung kakak tua


SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP MASYARAKAT MELAYU RIAU


Bagi orang Melayu yang tinggal di desa, mayoritasnya menjalankan aktivitas pertanian dan menangkap ikan. Aktivitas pertanian termasuk mengusahakan tanaman padi, karet, kelapa sawit, kelapa, dan tanaman campuran (mixed farming). Orang Melayu yang tinggal di kota kebanyakannya bekerja dalam sektor dinas, sebagai pekerja di sektor perindustrian, perdagangan, pengangkutan, dan lain-lain. Penguasaan ekonomi di kalangan orang Melayu perkotaan relatif masih rendah dibandingkan dengan penguasaan ekonomi oleh penduduk non-pribumi, terutamanya orang Tionghoa. Tetapi kini telah ramai orang Melayu yang telah sukses dalam bidang perniagaan dan menjadi ahli korporat. Banyak yang tinggal di kota-kota besar dan mampu memiliki mobil dan rumah mewah. Selain itu itu juga, banyak orang Melayu yang mempunyai pendidikan yang tinggi, setingkat universitas di dalam maupun di luar negeri.

SISTEM TEKNOLOGI PERLENGKAPAN HIDUP
Sejak zaman bahari masyarakat Melayu Riau sudah memiliki bermacam cara untuk memenuhi keperluan hidup. Artinya sejak masa lampau masyarakat Melayu Riau telah menguasai teknologi. Teknologi ini diklasifikasi menjadi teknologi pertanian, pernikahan, peternakan, pertukangan, perkapalan, pertambangan, dan pengolahan bahan makanan. Sistem teknologi yang dikuasai orang melayu menunjukkan bahwa orang Melayu kreatif dan peka dalam memfungsikan lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya. Orang Melayu juga tidak tertutup terhadap perubahan teknologi yang menguntungkan dan menyelamatkan mereka.
Teknologi pada hakekatnya adalah cara mengerjakan suatu hal (Masher, 1970:127), yaitu cara yang dipakai manusia untuk beberapa kegiatan dalam kehidupannya. Teknologi terutama terlihat dalam pendayagunaan potensi sumber daya yang ada di sekitar manusia. Oleh karena itu, teknologi merupakan satu diantara sekian banyak hasil budaya manusia dan merupakan cermin daya kreatif dalam memanfaatkan lingkungannya untuk mencapai kesejahteraan hidup.
Pada dasarnya keluarga masyarakat Melayu sejak zaman bahari telah melakukan beragam cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat Melayu juga memiliki dan menguasai bermacam-macam teknologi, mulai dari teknologi yang menghasilkan makanan dan tumbuh-tumbuhan (yang kemudian menjadi pertanian), berburu (yang berkembang menjadi usaha peternakan), menangkap ikan (yang berkembang menjadi usaha perikanan dengan berbagai teknologi penangkapan yang dipakai), serta cara mengangkut hasil-hasil usaha yang disebutkan diatas.
Teknologi yang dikuasai masyarakat Melayu Riau antara lain membuat rumah dan atapnya yang terbuat dari daun-daunan, maupun membuat sejenis keranjang untuk mengangkut hasil pertanian yang bentuk dan jenisnya beragam. Masyarakat
Melayu juga menguasai cara membuat perkakas yang dipakai sehari-hari. Cara ini
masih ada dan berlanjut sampai sekarang.
Terdapat anggapan bahwa beberapa peralatan dan mata pencaharian khas yang masih ditemukan dalam masyarakat Melayu Riau sekarang ini berasal dari masyarakat Melayu bahari. Bukti lain menunjukkan bahwa ditinjau dari segi mata pencahariannya, suatu keluarga Melayu bahari jarang sekali bergantung pada satu mata pencaharian , sehingga mereka tidak bergantung pada satu jenis teknologi. Keragaman mata pencaharian masyarakat Melayu dibagian daratan Sumatera ( Riau Daratan) dapat dijadikan dasar untuk menelusuri keragaman teknologi yang ada dalam masyarakat. Setiap jenis mata pencaharian biasanya mempunyai beberapa cara dan alat. Alat dan cara penggunannya akan menampakkan teknologinya.
Peralatan dan cara penggunaannya dipengaruhi oleh lingkungan dan sumberdaya yang akan di olah, sehingga lahir berbagai teknologi. Walaupun teknologi itu menghasilkan hal yang sama atau mempunyai fungsi yang sama, tapi teknologi tetap berbeda. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa masyarakat Melayu mampu secara aktif menghasilkan berbagai teknologi dan sekaligus mengembangkannya sesuai dengan fungsi dan pengaruh lingkungan tempat digunakannya teknologi tersebut. Masyarakat Melayu tidak canggung dengan perubahan teknologi, asal teknologi tersebut lebih menguntungkan dan mudah diterapkan , seperti teknologi dalam pertanian.

Alat-alat pertanian
Pada dasarnya pertanian didaerah ini adalah pertanian dengan sistem ladang. Disamping itu ada pula usaha perkebunan karet rakyat. Alat-alat yang digunakan untuk perladangan ini sangatlah sederhananya, terdiri dari : beliung, parang panjang, parang pendek atau candung, tuai atau ani-ani, bakul, lesung, dan antan (alu), dan nyiru (tampah).
Pertanian dengan sistem ladang ini, cara pengolahan tanahnya sangat sederhana, tidak memerlukan cangkol atau pacul. Hutan yang dianggap subur, ditebang dengan menggunakan beliung dan parang. Pohon yang besar-besar ditebang dan setelah rebah lantas ditutuh, yaitu dahan-dahannya dipotong supaya gampang nantinya dimakan api. Sebelumnya di sekeliling tempat yang akan dibakar itu di “landing” terlebih dahulu, yaitu dibersihkan dari kayu dan daundaun kering supaya api tidak menjalar ke hutan sekitarnya. Pembakaran dimulai
dari atas angin, sehingga dengan bantuan angin api akan menjalar keseluruh lapangan.
Setelah abu pembakaran tersebut dingin, biasanya pada hari kedua atau ketiga setelah dibakar, bibit padi pun mulai disemai. Menanam bibit ini ada dua cara, yaitu: untuk tanah bencah atau basah, bibit padi ditaburkan ditanah. Kalau padi sudah tumbuh dan mencapai tinggi kira-kira tiga puluh centimeter, lalu di “ubah”, yaitu anak-anak padi tersebut dicabut kembali dan setelah dibersihkan akar-akarnya ditanam kembali secara teratur. Prinsipnya hampir sama dengan penanaman di sawah.
Penanaman padi ini biasanya pada akhir kemarau, karena begitu padi ditanam musim hujan pun tiba. Adapun alat-alat yang digunakan, yaitu: alat-alat yang terbuat dari besi, seperti mata beliung, mata parang dan mata ani-ani dibeli dipasar dan gagangnya dibuat sendiri. Lain pula halnya bagi petani karet, yang keadaannya pun sederhana juga. Umunya di Riau petani ladang jika sudah panen tanah bekas ladangnya itu ditanami karet. Sehingga daerah perladangan makin lama jadi semakin jauh, karena tanah-tanah yang dekat dengan kampung telah diisi karet.
Karet yang ditanam itu dibiarkan tumbuh sendiri tanpa dirawat dan tumbuh bersama belukar. Kalau sudah mencapai umur empat atau lima tahun, yaitu saat karetnya telah boleh disadap, barulah didatangi kembali dan dibersihkan. Alat-alat yang digunakan untuk menyadap untuk pohon karet tersebut terdiri dari:

1. Sudu getah, yaitu semacam talang kecil terbuat dari seng yang dipantelkan ke pohon karet untuk mengalirkan getah.
2. Mangkok getah, terbuat dari tembikar kasar, tetapi sekarang banyak digunakan tempurung kelapa.
3. Pisau getah, disebut juga “pisau toreh”, yaitu pisau untuk menorah kulit pohon, dan ada juga menyebutnya pisau lait”.
4. Ember atau kaleng, digunakan untuk mengumpulkan dan mengangkut hasil getah berbentuk susu ke tempat pengolahan.

WADAH ATAU ALAT-ALAT UNTUK MENYIPAN
Untuk menyimpan hasil produksi terdapat alat-alat sebagai berikut:
1. Kepok: yaitu tempat menyimpan padi berbentuk cylinder dengan garis tengah 11/2 meter dan tinggi 1 meter. Terbuat dari kulit kayu dan disimpan di dalam rumah.
2. Sangkar: ada dua maam:
a. Sangkar tempat penyimpan ikan, terbuat dari anak kayu yang dijalin dengan rotan dan ditendam dalam air.
b. Sangkar ayam atau burung terbuat dari rotan atau anaka kayu. Ada yang diletakkan di dalam rumah dan ada pula yang digantungkan

Untuk menyimpan kebutuhan sehari-hari:
1. Tempayan yaitu tempat air dari tembikar
2. Labu yaitu tempat air, terbuat dari buah labu yang dikeringkan dan dibuang isinya
3. Bakul yaitu tempat bahan makanan sehari-hari terbuat dari pandan anyaman
4. Sumpit yaitu semacam karung, terbuat dari panda yang dianyam, untuk menyimpan beras, ubi kering atau sagu rending lain-lain

Untuk wadah dalam rumah tangga seperti:
1. Bangking yaitu tempat pakaian-pakaian halus dari kayu kapok berasal dari Cina
2. Peti besi yaitu tempat pakaian atau benda-benda lannya.
3. Peti kayu yaitu berukuran lebih besar dari peri besi, juga berasal dari Cina. Tempat menyimpan barang-barang berharga
4. Bintang yaitu terbuat dari kuningan, ada yang bundar dan ada pula yang bersegi delapan. Pakai tutup biasanya unyuk menyimpan alat-alat keperluan wanita.