Rabu, 30 Mei 2012

Kolom Sejarah :D


MITOLOGI


Mitologi adalah ilmu yang memiliki bentuk sastra dan yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus disuatu kebudayaan.

MITOS/MITE

a. Pengertian Mitos/Mite
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi  oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia  lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar  terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Jadi, mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam. Mitos juga mengisahkan  petualangan para dewa, kisah percintaan mereka, kisah perang mereka dan sebagainya. Mite sarat dengan keajaiban yang jauh dari fakta sejarah.
Setiap suku bangsa  yang berada diwilayah Indonesia memiliki mitologi.cerita yang dimilikinya biasanya terkait dengan sejarah kehidupan masyarakat disuatu daerah,misalnya tentang awal  mula  masyarakat menempati daerah itu.umumnya dimitoskan bahwa ada tokoh yang kuat dan sakti yang dulu memimpin masyarakat menempati daerah itu.
Ahli filsafat yunani  aristoteles sering menggunakan mite sebagai alat untuk mengetahui asal usul kehidupan masyarakat yunani pda masa lampau.beberapa mitologi yunani member gambaran kepada kita tentang kehidupan awal dan penciptaa bangsa yunani yang sampai sekarang menjadi kisah popular Karen abanyak yang diangkat menjadi bahan cerita di film,televisi,komik,dan media lainnya.




PEMBAGIAN MITOS BERDASARKAN ASAL USUL :
1.    Mite asli adalah mitos yang berasal dari Indonesia
Mite ini mengisahkan tentang terjadinya alam semesta(cosmogony), susunan para dewa, dunia dewata(pantheon), manusia pertama, tokoh pembawa pembawa kebudayaan/pahlawan(culture hero), terjadinya makanan pokok.
2.    Mite dari luar negeri (India, Arab, Negara sekitar Laut Tengah)
Selain berasal dari Indonesia, ada juga mitos yang berasal dari luar negri. Mitos yang berasal dari luar negri pun pada umumnya sudah mengalami pengolahan lebih lanjut sehingga tidak terasa asing lagi. Hal ini disebabkan cerita-cerita itu mengalami proses adaptasi. Menurut Moenz-Zorab orang Jawa bukan saja telah mengambil alih mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa serta pahlawan hindu sebagai dewa dan pahlawan Jawa. Bahkan orang Jawa pun mempercayai mitos-mitos itu(diantaranya berasal dari epos Ramayana, Oedipus, Romulus dan Mahabarata) terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Jawa(hindu)  dan Bali sebagai gunung suci Mahameru/ sedikitnya puncak gunung Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. 



b. Contoh-contoh Mitos
 Begitu banyak contoh-contoh mitos yang ada di dindonesia. karena kita tahu sendiri bahwa memang Mitos sangat berhubungan dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongen suci. ini adalah beberapa contoh Mitos yang ada di Indonesia.
1. Cerita terjadinya mado-mado atau marga di Nias (Sumatra Utara)
2. Cerita barong di Bali.
3. Cerita pemindahan Gunung Suci Mahameru di India oleh para dewa ke Gunung Semeru yang dianggap suci oleh orang Jawa dan Bali.
4. Cerita Nyai Roro Kidul (Ratu Laut Selatan)
5. Cerita Joko Tarub
6. Cerita Dewi Nawangwulan 
7. Dan lain sebagainya

 Cerita mitologi yang paling luas persebarannya hampir di seluruh Asia Tenggara adalah mitologi Dewi Padi atau Dewi Sri. Yaitu cerita tentang asal usul beras yang dikaitkan dengan cerita Dewi Sri. Hampir seluruh daerah di Indonesia, mitologi tentang beras selalu dikaitkan dengan cerita Dewi Sri. Walaupun tema ceritanya sama, yaitu Dewi Sri, tetapi setiap daerah memiliki cerita yang berbeda tentang tokoh Dewi Sri ini. Baiklah, berikut ini akan sedikit disampaikan cerita tentang Dewi Sri dengan versi cerita yang berbeda. Menurut versi di daerah Surabaya, Dewi Sri adalah seorang putri dari Kerajaan Purwacarita. Ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Sadana. Pada suatu hari selagi tidur, kedua anak raja itu disihir oleh ibu tiri mereka. Sadana diubah menjadi seekor burung layang-layang, dan Sri diubah menjadi ular sawah. Dengan demikian, Sri menjadi dewi padi dan kesuburan. 
Ada pula daerah lain, memili versi yang berbeda tentang cerita Dewi Sri. Menurut ceritanya, padi berasal dari jenazah Dewi Sri, istri Dewa Wisnu. Selain padi masih ada tanaman-tanaman lainnya, yang juga berasal dari jenazah Dewi Sri. Dari tubuhnya tumbuh pohon aren, dari kepalanya tumbuh pohon kelapa, dari kedua tangannya tumbuh pohon buah-buahan, dan dari kedua kakinya tumbuh tanaman akar-akaran seperti ubi jalar dan ubi talas. Dewi Sri meninggal karena dirongrong terus-menerus oleh raksasa yang bernama Kala Gumarang. Raksasa ini wataknya sangat keras hati, sehingga setelah meninggal ia masih berkesempatan untuk menjelma menjadi rumput liar, yang selalu mengganggu tanaman padi (jelmaan Dewi Sri), yang menjadi kecintaannya itu.

Dari contoh mitologi tentang Dewi Sri tersebut, menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa sebelum tulisan menjelaskan tentang asal usul padi sebagai suatu bentuk kejadian alam. Kita tidak bisa melacak dengan menggunakan sumber-sumber tertulis, sebab tidak ditemukan sumber-sumbernya. Yang kita temukan adalah suatu cerita rakyat tentang Dewi Sri dalam bentuk tradisi lisan. Cerita ini sudah mengalami pewarisan dari generasi ke generasi. Bahkan sampai sekarang di beberapa daerah, tokoh Dewi Sri dianggap sebagai dewi yang memberi kesuburan pada penanaman padi, sehingga kalau habis panen diadakan upacara sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Dewi Sri.


Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat

          Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak
mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka
masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos
tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.

KEMUNGKINAN PERSAMAAN MITE DI BELAHAN DUNIA

Ada banyak mitos yang sama diberbagai belahan dunia, ada 2 kemungkinan penyebab persamaan mite tersebut, yaitu :
1.    monogenesis;yaitu suatu penemuan yang diikuti oleh proses difusi atau penyebaran.teori-teori yang tergolong monogenesis adalah teori grimm bersaudara,teori mitologi matahari max muller dan teori indianist Theodore benfey.

2.    Polygenesis;yaitu akibat dari penemuan-penemuan sendiri atau yang sejajar terhadap motif-motif cerita yang sama ditempat-tempat yang berlainan serta dalam masa ynag berlainan ataupun bersamaan.
Teori yang termasuk dalm golongan polygenesis adalah teori survival kebudayaan,teori psikoanalisa,dan teori euhemerisme.







Alat Optik


MATA
Mata merupakan organ pengelihatan yang di miliki oleh manusia yang sangat peka terhadap rangsangan . kita dapat melihat sekeliling menggunakan mata , tapi mata juga memiliki keterbatasan dalam melihat benda yang sangat kecil atau benda yang sangat jauh . mata kita termasuk ke dalam alat optic karna mata dapat melakukan pembiasan pada cahaya yang di lakukan oleh lensa mata .
1. Bagian bagian pada mata :
1.             Kornea , adalah bagian terluar bola mata berupa lapisan tipis yang benis dan tembus cahaya .
2.             Aqueous humor , adalah cairan bening yang terdapat di belakang kornea yang berfungsi untuk membiaskan cahaya.
3.             Iris , adalah bagian mata yang berwarna terdiri dari otot diagfarma yang mengitari pupil dan mengatur cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengembangkan dan mengepiskan pupil. Iris memberi warna pada mata, sehingga kita dapat melihat orang ada bermata biru , coklat , atau hitam .
4.             Pupil , adalah celah lingkaran yang di bentuk oleh iris yang berfungsi untuk mengatur banyak atau sedikit nya cahaya yang masuk . jika sedikit nya cahaya , maka pupil akan membesar , sebaliknya jika cahaya yang masuk semakin banyak , maka pupil akan mengecil . apabila cahaya masuk ke mata redup maka pupil akan membesar sehingga cahaya banyak masuk lebih banyak .
5.             Lensa mata , adalah lensa yang terbuat dari bahan bening berserat dan elastic . lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang di sebabkan oleh cairan Aqueous humor di depan lensa. Lensa mata berfungsi seperti lensa cembung membentuk bayangan bersifat maya, terbalik dan di perkecil.
6.             Retina (selaput jala) , adalah lapisan di bagian sebelah dalam mata yang banyak mengandung sel sel saraf pernerima , retina berfungsi sebagai layar penangkakap bayangan . pada retina terdapat bintik kuning atau fovea yang paling peka terhadap rangsangan cahaya . pada bintik kuning terdapat berjuta juta sel yag di sebut sel batang dan sel kerucut . sel-sel ini yang mengirimkan sinyal-sinyal ke otak melalui saraf optic .
2. daya akomodasi mata.
Benda yang ada di sekitar kita dapat terlihat, jika banyangan benda tersebut jatuh di retina . baik benda yang letaknya jauh ataupun benda yang letaknya dekat , bayangan benda harus selalu jatuh di retina agar dapat terlihat .
untuk mendapatkan bayangan tepat di retina, maka lensa mata harus melakukan penyesuaian dengan cara mengembangkan atau mengempiskan lensanya.kemampuan mata untuk mengubah kecembungan lensa baik mata tebal atau menipis, supaya dapat menghasilkan bayangan tepat pada retina di sebut daya akomodasi mata.
Daya akomodasi mata berfungsi untuk mengubah ubah jarak focus lensa mata. Ketika mata semakin dekat dengan mata , maka daya akomodasi mata semakin besar (mata berakomodasi maksimum) sehingga lensa menebal (semakin cembung) akibat nya jarak focus lensa mata semakin kecil . sebaliknya , jika benda semakin jauh terhadap mata, maka mata berakomodasi minimum sehingga lensa mata menipis (semakin pipih) akibanya jarak focus lensa semakin besar .
Daya akomodasi mata kita terbatas, sehingga jangkauan pengelihatan kita juga terbatas. Kita dapat melihat benda benda denga jelas, manakala benda tersebut di antara titik dekat mata dan tidak jauh dari mata . titik dekat mata (punctum proximum) adalah titik yang dapat di lihat jelas oleh mata dengan mata berakomodasi maksimum. Sedangkan titik jauh mata (punctum rematum) adalah titik terjauh yang dapat di lihat jelas oleh mata dengan mata tidak berakomodasi.
 3 cacat mata
       Mata yang normal dapat melihat benda benda di sekeliling nya karna bayangan dari benda benda yang di lihatnya tepat jatuh pada retina. Berarti pada mata yang normal daya akomodasi matanya dapat berfungsi dengan baik. Namun dalam kehidupan kita,  banyak orang yang mengalami gangguan karna daya akomodasi mata nya sudah mulai berkurang, sehingga ada orang yang tidak dapat melihat dengan jelas benda yang terlalu jauh ataupun benda yang terlalu dekat. Ini berarti bahwa mata orang tersebut sudah terkena cacat mata (aberasi) . orang yang mengalami cacat mata berarti sudah mengalami perubahan pada tititk dekat dan titik jauhnya. Orang yang mata nya normal  (emotropi) memiliki titik dekat pada jarak 25 cm dan titik jauh pada jarak tak terhingga .
a.  Rabun jauh (miopi) .
Orang yang mengalami rabun jauh, tidak dapat melihat benda benda yang letak nya jauh dari mata dengan jelas. Ini terjadi karena lensa mata tidak dapat di pipih kan sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jauh di depan retina. Orang yang mengalami ini dapat di tolong dengan kacamata berlena cekung atau negative sehingga bayangan benda kembali jatuh ke retina.
b. Rabun dekat ( hipermetropi)
Orang yang mengalami rabun dekat, tidak dapat melihat dengan jelas benda benda yang letak nya dengan jelas ini terjadi karena lensa mata tidak dapat di cembungkan sebagaimana mesti nya, sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina. Orang yang mengalami ini dapat di tolong dengan kacamata berlensa cembung atau positif sehingga bayangan benda yang asalnya jtuh di belakang retina dapat kembali jatuh tepat pada retina.

c.  Mata tua (presbiopi)
Mata tua tidak dapat melihat benda dengan jelas. Hal ini di sebabkan pada penderita mata tua daya akomodasi matanya sudah melemah sebagai akibat bertambah nya usia. Biasanya cacat mata tua di derita pada orang tua. Penyakit mata tua ini dapat di tolong dengan kacamata berlensa rangkap yaitu lensa cekung di bagian atas dan cembung di bagian bawah.
d.  Atigmatisma
Atigmatisma adalah tidak dapat melihat garis garis garis vertical dan horizontal secara simultan (bersama-sama) , ini disebabkan lengkungan kornea pada mata penderita astigmatisma susah tidak sempurna. Penderita astigmatista dapat di tolong dengan memakai kacamata berlensa silindris .
4. Cara kerja mata kita
Cahaya yang dipantulkan oleh benda yang kita lihat masuk ke mata melalui kornea dan mengalami pembiasan. . Pada mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh tepat pada bintik kuning, namun pada mata dengan gangguan penglihatan berupa rabun jauh/minus, maka bayang-bayang akan jatuh sebelum bintik kuning (atau setelah bintik kuning untuk gangguan mata rabun dekat/plus). Dari kornea, cahaya yang dipantulkan oleh benda akan diteruskan ke retina. Pada mata kita terdapat 2 jenis otot mata yang melingkari retina, yaitu otot silinder dan otot radikal. Otot silinder berfungsi untuk menekan retina dan menjadikannya lebih tebal. Otot radikal berfungsi untuk menarik retina agar menjadi tipis.
Ketika kita melihat objek yang berdekatan, otot silinder akan menekan dan otot radikal akan mengembang. Ini menjadikan retina lebih tebal dan lebih dekat dengan penerima. Ketika kita melihat objek yang berjauhan, otot radikal akan mengembang, sehingga retina lebih tipis dan menjauhi dari penerima. Menebal dan menipisnya retina ini menjadikan objek yang kita lihat dapat difokuskan dan jatuh tepat di pada bintik kuning.



KAMERA
Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.










CARA KERJA KAMERA

         Kamera terdiri atas sebuah lensa cembung dan film. Ketika ada cahaya datang ke kamera, lensa cembung akan memfokuskan cahaya tersebut.Bayangan akan berupa gambar terbalik yang bisa ditangkap layar.Untuk membuktikannya, silakan ambil sebuah lup (lensa cembung) kemudian silakan berdiri di dekat jendela (yang terbuka). Hadapkan lup tersebut menghadap lur jendela. Letakkan selembar kertas putih dibelakan lup tersebut, maka akan anda lihat sebuah bayangan pemandangan luar jendela di layar kertas putih tadi yang terbalik posisinya.
         Dalam kamera, bayangan ini terrekam dalam film yang sensitif terhadap cahaya.Sehingga kita dapatkan klise.









LATAR BELAKANG KAMERA


Banyak terdapat kamera-kamera yang terpasang di sudut atas gedung-gedung bertingkat. Kamera-kamera ini berfungsi untuk mengawasi keadaan ruangan atau lorong. Kegiatan orang-orang atau suatu kondisi yang membahayakan dapat ditanggulangi secara dini. Biasanya kamera-kamera tersebut terhubung ke ruang kontrol dan diawasi oleh petugas. Penggunaan kamera-kamera tersebut tentunya membutuhkan aplikasi yang bisa menampilkan dan mengendalikan kamera. Aplikasi tersebut biasanya diikutsertakan dalam pembelian kamera. Kebanyakan aplikasi berfungsi menampilkan view atau merekam berdasarkan perintah user. Hal ini tentunya sangat bergantung pada user atau petugas yang berjaga.

Adapun aplikasi yang bisa merekam video selama 24 jam atau selama rentang waktu yang diinputkan oleh user. Aplikasi ini tentu membutuhkan space atau media penyimpanan yang banyak. Padahal tidak semua bagian video kita perlukan. Sering terdapat ruang atau lorong kosong yang ikut terekam sehingga memboroskan space. Oleh karena itu, diperlukan penghematan space berupa aplikasi yang bisa mendeteksi gerakan orang/objek yang masuk dalam ruangan atau lorong dan merekamnya. Setelah orang/objek tersebut keluar ruangan atau hilang, maka aplikasi menghentikan proses perekaman. Hal ini tentu membutuhkan space yang lebih sedikit. Dalam tugas akhir ini, didesain dan diimplementasikan suatu aplikasi yang bisa mendeteksi gerakan suatu objek dengan cara membandingkan image yang ditangkap kamera. Proses ini menggunakan metode Manhattan Distance, yaitu membandingkan nilai setiap pixel dari kedua image. Output dari metode ini berupa nilai yang menunjukkan ada tidaknya gerakan suatu objek, berdasarkan nilai minimum yang sudah ditetapkan sebelumnya. Apabila melebihi nilai minimum maka kamera mulai merekam.







 

Komponen kamera

Sebuah kamera minimal terdiri atas:
  • Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
  • Sistem lensa
  • Pemantik potret (shutter)
  • Pemutar film

Badan kamera

Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.
Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
  • Pengatur ISO/ASA Film.
  • Shutter Speed.
  • Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:

Bagian lain

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1.     Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
2.     Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3.     Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
4.    lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.



 

 

Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya

Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

Kamera film

Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

Jenis film

Pembagian film berdasarkan ukuran:
  • Small format (35mm)
  • Medium format (100-120mm)
  • Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
  • Film hitam putih
  • Film warna
  • Film positif
  • Film negatif
  • Film daylight
  • Film tungsten
  • Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

Kamera polaroid

Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

 

Kamera digital

Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja

Kamera single lens reflect

Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

Kamera instan

Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder

Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.

Kamera saku

Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder)) dengan lensa.

Kamera TLR

Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

Kamera SLR (Single Lens Reflect)

Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi


PENEMU DAN PENCIPTA KAMERA

Kamera  merupakan salah satu penemuan penting yang dicapai umat manusia. Lewat jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Teknologi pembuatan kamera, kini dikuasai peradaban Barat serta Jepang. Sehingga, banyak umat Muslim yang meyakini kamera berasal dari peradaban Barat.
Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M,  al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura.
Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.
Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai ”ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.
Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),” ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul  The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz’s perspective.
Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk  Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun  Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau  kamar gelap.
Bradley Steffens dalam karyanya berjudul  Ibn al-Haytham:First Scientist mengungkapkan bahwa  Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. “Dia merupakan ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh gambar dari luar rumah ke dalam gambar dengan kamera obscura,” papar Bradley.
Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).
Setelah itu,  penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535-1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 - 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).
Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada  1665 M.  Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.
Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya - yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.
Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia  II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.
Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.  Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.


PROSES PEMBENTUKAN BAYANGAN

Pada kamera terdapat sebuah lensa cembung untuk membiaskan sinar dari benda himgga bayangan jatuh di film sebagai layer. Benda yang akan dipotret ditempatkan pada jarak lebih besar dari 2f (2 kali jarak titik api) di depan lensa. Ingatkah di mana bayangan benda akan didapatkan dan bagaimana sifat-sifat bayangan itu?
Tentu saja bayangan akan jatuh antara f dan 2f yang memiliki sifat diperkecil, nyata, dan terbalik.




Mikroskop

A.       Pengertian Mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
          Mikroskop juga merupakan alat yang di gunakan untuk memperbesar benda-benda berukuran sangat kecil (renik) yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.

B.           BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP

Mikroskop terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1.     bagian optic mikroskop , yang terdiri dari :
a.    lensa okuler , yaitu lensa yang dekat dengan pengamat atau tempat mata melihat bayangan, yang berfungsi untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif, membentuk bayangan maya, tegak, dan di perbesar. Pembesaran pada lensa okuler yaitu sebesar 5 x , 10 x , dan 15 x ,tetapi yang sering di gunakan adalah pembesaran 10 x.
b.    lensa objektif , yaitu lensa yang dekat dengan objek, berfungsi untuk memperbesar bayangan benda ( preparat ) , membentuk bayangan nyata, terbalik dan di perbesar. Pembesaran pada lensa objektif beraneka ragam, contoh : 10x, 40x, dan 100x.
c.    Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang menuju ke kondensor.
d.    Cermin, berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke kondensor. Terdiri atas cermin datar yang berfungsi untuk sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung yang berfungsi untuk sumber cahaya kurang terang.



2.   BAGIAN NON OPTIK ( MEKANIK) MIKROSKOP.
Terdiri dari :
a.    badan mikroskop untuk mengatur focus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
b.    Makrometer (pemutar kasar) untuk menaikkan dan menurunkan badan mikroskop secara cepat.
c.    Mikrometer (pemutar halus) untuk menaikan dan menurunkan badan mikroskop secara lambat.
d.    Lengan mikroskop untuk memegang mikroskop pada saat akan di pindahkan.
e.    Meja benda sebagai tempat meletakkan objek atau preparat yang akan di amati. Objek diletakkan di meja dan dijepit dengan menggunakan penjepit. Pada bagian tengah meja, terdapat lubang untuk dilewati sinar.
f.    Pemutar kondensor  untuk menaikkan dan menurunkan kondensor supaya diperoleh cahaya yang optimum.
g.    Kaki mikroskop untuk menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop.
h.    Kondensor untuk mengumpulkan cahaya dari cermin digunakan untuk menerangi preparat.
i.     Penjepit untuk menjepit kaca preparat yang akan di amati supaya tidak bergeser.













3.   CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP.
Cara Menggunakan Mikroskop
\     Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu maupun sinar matahari. Bila menggunakan lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu/jendela. 

\     Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Jangan mengarahkan cermin ke arah sinar matahari secara langsung, karena cahaya yang memantul ke mata dapat mengganggu penglihatan. Pencahayaan sudah tepat dan memadai, bila diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah yang disebut dengan lapangan pandang. Apabila lapangan pandang sudah tampak namun belum jelas, cobalah putar/ganti lensa objektif dengan cara memutar revolver.

*        Setelah pengaturan pencahayaan, maka untuk dapat melihat objek (preparat/ sediaan) melalui mikroskop gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu, kemudian lakukan langkah langkah berikut:
  1. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati (preparat/sediaan) pada meja objek. Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang.
  2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.
  3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek (Hati-hati! Jangan sampai lensa objektif menyentuh/membentur gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores).
  4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi langkah (3).
  5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).
  6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti/mengubah lensa  objektif dengan cara memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Bila hal ini terjadi maka kamu harus mengulangi dari awal.


Cara Mengukur melalui Mikroskop

Miroskop digunakan untuk mengamati dan mempelajari objek (preparat/spesimen) yang ukurannya sangat kecil. Ukuran preparat yang kita amati dapat diperkirakan dengan cara membandingkannya dengan ukuran lapangan pandang yang berbentuk lingkaran. Mari kita mengukur menggunakan mikroskop.

http://64.19.142.10/3.bp.blogspot.com/_xX4nGE4cP_o/S5r_md01-iI/AAAAAAAAA1Y/Z1EnQ9vhhRI/s320/d2.PNG
  1. Gunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah, misalnya 10x. Letakkan penggaris/mistar plastik transparan (tembus pandang) dengan skala milimeter di atas meja objek. Unit pengukuran panjang yang digunakan adalah milimeter atau micron. 1 milimeter setara dengan 1000 mikron.
  2. Aturlah pemutar kasar sehingga mistar terletak pada fokus yang tepat.
  3. Perlahan-lahan geserlah mistar sehingga diperoleh bayangan
  4. Jika ukuran lapangan pandang pada mikroskop seperti pada Gambar, berarti ukuran lapangan pandang pada mikroskop tersebut adalah 12 mm.
  5. Gantilah mistar dengan preparat/sediaan yang diamati. Misalkan preparat/sediaan yang diamati setengah ukuran bidang lapangan pandang, 12 mm = 6 mm. maka ukuran preparatnya adalah ½ x
  6. Bagaimana mengetahui ukuran preparat yang diamati? Penggunaan lensa objektif dengan perbesaran lemah, akan sulit untuk memperkirakan ukuran bagian yang lebih kecil. Untuk itu, perlu menggunakan lensa objektif dengan perbesaran kuat, misalnya 40x. Jika ukuran bayangan preparat yang diamati misalkan ¼ ukuran lapangan pandang mikroskop, maka 10/40 x perkiraan ukuran sebenarnya dari benda yang diamati adalah ¼ x 6 mm = 0,375 mm (perkiraan).


















JENIS-JENIS MIKROSKOP

1.  Berdasarkan sumber cahayanya

a. Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope" adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.
Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain




Cara kerja mikroskop cahaya ialah sebagai berikut:
  •   Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.
* Preparasi mikroskop cahaya
Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
  • Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.
  • Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
  • Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Setelah dilakukan penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa (lisin dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat molekul asam (DNA dan rantai samping pada aspartat dan glutamat).
*      Prinsip kerja mikroskop cahaya
- Mudah digunakan
- Menggunakan cahaya tampak sebagai sumber penerangan
- Tampilan obyek warna warni dengan background terang

B. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Mikroskop cahaya

 

Fenomena elektron

Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara  (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/24/Electron_Microscope.png/180px-Electron_Microscope.png Mikroskop Elektron

 

Jenis-jenis mikroskop elektron

A. Mikroskop transmisi elektron (TEM)

Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.

*    Sejarah penemuan

Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu).


*    Preparasi sediaan

Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik, diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut :
1. melakukan fiksasi, yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida.
2. pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Sayatan yang telah terbentuk diletakkan di atas cincin berpetak untuk diamati.
3. pelapisan/pewarnaan, bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam berat seperti uranium dan timbal.

B. Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)

Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM).
Pada sistem STEM ini, elektron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM, optik elektron terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots)yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.

C. Mikroskop pemindai elektron (SEM)

Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.

 

*    Sejarah penemuan

Tidak diketahui secara persis siapa sebenarnya penemu Mikroskop pemindai elektron (Scanning Electron Microscope-SEM) ini. Publikasi pertama kali yang mendiskripsikan teori SEM dilakukan oleh fisikawan Jerman dR. Max Knoll pada 1935, meskipun fisikawan Jerman lainnya Dr. Manfred von Ardenne mengklaim dirinya telah melakukan penelitian suatu fenomena yang kemudian disebut SEM hingga tahun 1937. Mungkin karena itu, tidak satu pun dari keduanya mendapatkan hadiah nobel untuk penemuan itu.
Pada 1942 tiga orang ilmuwan Amerika yaitu Dr. Vladimir Kosma Zworykin[2], Dr. James Hillier, dan Dr. Snijder, benar-benar membangun sebuah mikroskop elektron metode pemindaian (SEM) dengan resolusi hingga 50 nm atau magnifikasi 8.000 kali. Sebagai perbandingan SEM modern sekarang ini mempunyai resolusi hingga 1 nm atau pembesaran 400.000 kali. Mikroskop elektron cara ini memfokuskan sinar elektron (electron beam) di permukaan obyek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan obyek.

*     Cara kerja Mikroskop pemindai elektron (SEM)

Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

*    Preparasi sediaan

Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik, diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut :
1. melakukan fiksasi, yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida.
2. dehidrasi, yang bertujuan untuk memperendah kadar air dalam sayatan sehingga tidak mengganggu proses pengamatan.
3. pelapisan/pewarnaan, bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam mulia seperti emas dan platina.

D. Mikroskop pemindai lingkungan elektron (ESEM)

Mikroskop ini adalah merupakan pengembangan dari SEM, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Environmental SEM (ESEM) yang dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM.
Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah bahan alami yang ingin diamati secara detil tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek yang apabila menggunakat alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana.

*    Sejarah penemuan

Teknologi ESEM ini dirintis oleh Gerasimos D. Danilatos, seorang kelahiran Yunani yang bermigrasi ke Australia pada akhir tahun 1972 dan memperoleh gelar Ph.D dari Universitas New South Wales (UNSW) pada tahun 1977 dengan judul disertasi Dynamic Mechanical Properties of Keratin Fibres .
Dr. Danilatos ini dikenal sebagai pionir dari teknologi ESEM, yang merupakan suatu inovasi besar bagi dunia mikroskop elektron serta merupakan kemajuan fundamental dari ilmu mikroskopi.
Deengan teknologi ESEM ini maka dimungkinkan bagi seorang peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada lingkungan yang menyerupai gas yang betekanan rendah (low-pressure gaseous environments) misalnya pada 10-50 Torr serta tingkat humiditas diatas 100%. Dalam arti kata lain ESEM ini memungkinkan dilakukannya penelitian obyek baik dalam keadaan kering maupun basah.
Sebuah perusahaan di Boston yaitu Electro Scan Corporation pada tahun 1988  perusahaan ini diambil alih oleh Philips pada tahun 1996- sekarang bernama FEI Company telah menemukan suatu cara guna menangkap elektron dari obyek untuk mendapatkan gambar dan memproduksi muatan positif dengan cara mendesain sebuah detektor yang dapat menangkap elektron dari suatu obyek dalam suasana tidak vakum sekaligus menjadi produsen ion positif yang akan dihantarkan oleh gas dalam ruang obyek ke permukaan obyek. Beberapa jenis gas telah dicoba untuk menguji teori ini, di antaranya adalah beberapa gas ideal, gas , dan lain lain. Namun, yang memberikan hasil gambar yang terbaik hanyalah uap air. Untuk sample dengan karakteristik tertentu uap air kadang kurang memberikan hasil yang maksimum.
Pada beberapa tahun terakhir ini peralatan ESEM mulai dipasarkan oleh para produsennya dengan mengiklankan gambar-gambar jasad renik dalam keadaan hidup yang selama ini tidak dapat terlihat dengan mikroskop elektron.

*    Cara kerja mikroskop elektron

Pertama-tama dilakukan suatu upaya untuk menghilangkan penumpukan elektron (charging) di permukaan obyek, dengan membuat suasana dalam ruang sample tidak vakum tetapi diisi dengan sedikit gas yang akan mengantarkan muatan positif ke permukaan obyek, sehingga penumpukan elektron dapat dihindari.
Hal ini menimbulkan masalah karena kolom tempat elektron dipercepat dan ruang filamen di mana elektron yang dihasilkan memerlukan tingkat vakum yang tinggi. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memisahkan sistem pompa vakum ruang obyek dan ruang kolom serta filamen, dengan menggunakan sistem pompa untuk masing-masing ruang. Di antaranya kemudian dipasang satu atau lebih piringan logam platina yang biasa disebut (aperture) berlubang dengan diameter antara 200 hingga 500 mikrometer yang digunakan hanya untuk melewatkan elektron , sementara tingkat kevakuman yang berbeda dari tiap ruangan tetap terjaga.

 

*     Tipe-tipe pengembangan

1. Mikroskop refleksi elektron (REM)

Yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Reflection electron microscope (REM), adalah mikroskop elektron yang memiliki cara kerja yang serupa sebagaimana halnya dengan cara kerja TEM namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik Refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high-energy loss spectrum - RHELS)

2. Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)

Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya, yang digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan magnet (en:magnetic domains).

2. Berdasarkan sistem pencahayaannya mikroskop dibagi menjadi dua:
·       Mikroskop Optik
Mikroskop optik, yaitu Mikroskop yang proses perbesaran benda menggunakan cahaya biasa (cahaya  tampak).  
 Fungsi mikroskop optikal adalah:
  1. Untuk memvisualisasi detail yang sangat kecil dalam struktur suatu obyek
  2. Untuk menampilkan gambar dari obyek yang diperbesar
  3. Untuk mengukur panjang, sudut, area, dll pada suatu obyek
  4. Sebagai alat analisa untuk menentukan bagian optik suatu obyek seperti indeks refraksi, reflektansi, dan perubahan fase;
  5. Untuk mendapatkan informasi histokimia suatu objek dengan menggunakan pewarnaan.
Jenis- jenis mikroskop optik antara lain : mikroskop stereo (dissecting microscope), mikroskop majemuk (compound microscope), mikroskop polarisasi, mikroskop fase kontras (phase contrast microscopy) yang menghasilkan gambar 3 dimensi, mikroskop normaski dan mikroskop fluorescence.
·   Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif.
 Beberapa perbedaan mikroskop cahaya dengan mikroskop stereo adalah:
v  Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati.
v  Sumber cahaya berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
Kekurangan utama dari tipe obyek mikroskop stereo adalah bahwa aperture numerical dari system dibatasi oleh adanya jalur beam/cahaya ganda.  Karenanya seseorang harus menggunakan mikroskop majemuk, yang memiliki obyektif dengan diameter yang lebih besar dan karenanya meningkatkan aperture numerical.

·   Mikroskop  Majemuk ( compound microscope )
Mikroskop majemuk memerlukan kualitas yang tinggi tidak hanya pada obyektif dan bagian mata tapi juga pada kondensor substage.
a. Instrument yang terefleksi cahaya - bagian material
b. Mikroskop cahaya tertransmisi - bagian biologi.



·   Mikroskop polarisasi
Menggunakan cahaya terpolarisasi guna menganalisa struktur yang birefringentBirefringence - suatu property spesimen yang transparan dengan 2 indeks refraktif yang berbeda pada orientasi yang berbeda untuk membedakan cahaya terpolarisasi ke dalam kedua komponen. Cahaya terpolarisasi, hanya berfluktuasi/bergerak di satu dataran karena polar hanya meneruskan cahaya pada dataran tersebut.Jika 2 polar diletakkan di atas yang lainnya, arahkan sinar ke atas dan putar relatif terhadap yang lain, akan ada 1 posisi dimana 2 dataran tertransmisi bertemu, yang akan tampak cerah.  Pada 90o terhadap orientasi ini, semua cahaya akan berhenti (gelap).



·   Mikroskop fase kontras (phase contrast microscopy)
Menggunakan retardasi cahaya spesimen untuk menghasilkan perbedaan fase yang dikonversi ke kontras.
Fase kontras menggunakan iluminasi bidang terang dengan suatu phase annulus (pada kondensor) dan phase plate (dipasang pada obyektif) pada lintas cahaya.
Aplikasi : spesimen hidup, spesimen yang tidak diwarnai
Dari ketiga mikroskop itulah yang menghasilkan gambar 3 dimensi, mikroskop normaski, dan mikroskop fluorescence.
·         Mikroskop Normaski
Mikroskop Nomarski differential interference contrast (DIC) menggunakan kombinasi system polarisasi dan 2 pelepas sinar khusus untuk menciptakan perbedaan fase di spesimen.
Sistem ini dapat menghasilkan image 3 dimensi karena satu sisi spesimen tampak lebih terang dibandingkan yang lain seolah - oleh cahaya jatuh disana dan menghasilkan bayangan (melalui cahaya polarisasi).
Aplikasi : spesimen hidup, spesimen tanpa warna atau tebal




·         Mikroskop fluorescence
Mikroskop fluorescence hampir sama dengan mikroskop cahaya biasa dengan tambahan fitur untuk meningkatkan kemampuannya.
  • Mikroskop konvensional menggunakan cahaya tampak (400-700 nanometer) untuk iluminasi dan menghasilkan gambar sampel yang diperbesar.
  • Mikroskop fluorescence, sebaliknya, menggunakan intensitas cahaya yang lebih tinggi, yang mengeksitasi bagian berpendar pada sampel.
Mikroskop fluorescence sering digunakan untuk menggambarkan fitur khusus dari spesimen kecil seperti mikroba.  Juga digunakan untuk secara visual meningkatkan fitur 3-D pada skala kecil.
Mikroskop ini sering digunakan untuk:
  • Menampilkan komponen structural suatu spesimen kecil, seperti sel.
  • Melakukan studi viabilitas pada populasi sel (apakah mereka hidup atau mati?)
  • Menampikan materi genetik pada sel (DNA dan RNA)
  • Melihat sel - sel spesifik dalam populasi yang lebih besar dengan teknik khusus seperti FISH





Sifat bayangan pada mikroskop ditentukan oleh 2 lensa, yaitu lensa objektif dan okuler.

*        Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil.
*        Lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar.

            Benda yang diamati diletakkan sedekat mungkin dengan titik focus lensa objektif. Sedangkan mata kita tepat berada di lensa okuler.
Mata pengamat berada di belakang lensa objektif yang kebetulan  bayangan dari okuler tepat di titik focus lensa okuler dinamakan pengamat rilks dan pengamatan dilakukan secara terakomendasi bila bayangan objektif berada diruang etama okuler.

Sifat bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.


CARA MERAWAT MIKROSKOP
Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Cara membawa mikroskop dengan baik adalah pegang tangkainya dengan tangan kanan dan letakkan tangan kiri untuk menopangnya. Jangan mengayun, melambungkan, atau menggetarkannya sewaktu meletakkan mikroskop dan jangan mengangkat mikroskop pada tubuh tabungnya, karena akan ada bagian yang lepas atau jatuh apabila hal ini kamu lakukan. Mikroskop yang telah selesai dipakai harus dibersihkan, pakailah penutup plastik atau masukkan pada kotaknya agar terhindar dari debu. Simpan pada tempat yang kering dan usahakan dalam lemari yang dilengkapi dengan lampu untuk mengurangi kelembaban. Lensa yang kotor harus dibersihkan dengan kain lembut, kapas pengisap atau kertas lensa yang telah dibasahi dengan air bersabun, alkohol, atau xilol. Lakukan dengan hati-hati karena lensa mudah tergores, yang dapat mengakibatkan pengamatan menjadi kurang jelas.





:) Semoga Bermanfaat :)