Minggu, 02 Maret 2014

Paritta Buddhis

Paritta dalam agama Buddha menunjukkan bagaimana umat buddha melaksanakan puja bhakti. Pembacaan paritta yang disertai dengan keyakinan dapat memberi efek positif dan merupakan salah satu bentuk pengendalian diri. Pada kesempatan ini, saya akan memuat 3 paritta yang umum kita kenal, yaitu paritta Buddhanussati, Dhammanussati dan Sanghanussati. Ketiga paritta tersebut merupakan paritta yang menyebutkan sifat-sifat agung dari Buddha, Dhamma dan Sangha.  Selamat membaca dan mempraktekkan. Nammo Buddhaya :)



Buddhanussati

Iti pi so Bhagava
Araham Samma Sambuddho,
Vijja-carana sampanno
Sugato Lokavidhu,
Anuttaro purisa-dhamma sarathi
Sattha deva manussanam
Buddho Bhagava’ti

            Budhang jivitang yava
            Nibbanang Saranang gacchami

Ye ca Buddha atita ca
Ye ca Buddha anagata
Paccuppana ca ye Buddha
Ahang vandami sabbada
           
            Natthi me saranang annam
            Buddho me saranang varam
            Etena sacca vajjena
            Hotu me jaya mangalang

Uttamangena Vandehang
Padapangsung varuttamang
Buddhe yo Khalito Doso
Buddho Khamatu Tang Mamang


Dhammanussati


Svakkhato Bhagavata Dhammo
Sandhitthiko akaliko ehipassiko
Opanayiko paccatam veditabbo vinnuhi’ti

            Dhammang jivitang yava
            Nibbanang saranang gacchami

Ye ca Dhamma atita ca
Ye ca Dhamma anagata
Paccuppana ca ye Dhamma
Ahang vandami sabbada

            Natthi me saranang annam
            Dhammo me saranang varam
            Etena sacca vajjena
            Hotu me jaya mangalang

Uttamangena vandehang
Dhammang ca tividhang varang
Dhamme yo Khalito doso
Dhammo Khamatu Tang Mamang



Sanghanussati


Supatipanno Bhagavato Savakasangho
Ujupatipanno Bhagavato Savakasangho
Nayapatipanno Bhagavato Savakasangho
Samicipatipanno Bhagavato Savakasangho
Yadidam cattari purisayugani
Atthapurisa puggala
Esa Bhagavato Savakasangho
Ahuneyyo pahuneyyo dakkhineyyo
Anjalikaraneyyo
Anuttaram punnakkhettam lokassa’ti

            Sanghang jivitang yava
            Nibbanang saranang gacchami

Ye ca Sangha atita ca
Ye ca Sangha anagata
Paccuppana ca ye Sangha
Ahang vandami sabbada

            Natthi me saranam annam
            Sangho me saranam varam
            Etena sacca vajjena
            Hotu me jaya mangalang

Uttamangena vandehang
Sanghang ca duvidottamang
Sanghe yo Khalito doso
Sangho Khamatu Tang Mamang

Kamis, 01 Agustus 2013

Piece has been back

"Berada di dalam kesendirian, hampa dan kosong. Hatiku telah tertutup dalam waktu lama. Rasa akan kehidupan ini telah lama sirna dan menunggumu untuk membukanya..." 

 Dinding triplek, meja usang dan kursi tua itulah duniaku setiap harinya. Diseberangnya, berdiri sebuah kulkas yang tidak terhubung ke listrik namun seakan kulkas itu kekenyangan memakan semua isi2nya. Aku mulai memutar penaku menuliskan berbagai jurnalku. Seperti biasanya, sore itu aku segera mengirimkan berkas editanku ke bos-ku. Kukenakan sebuah celana training dengan kaos oblong sesuai kebiasaanku biasanya. Kali ini, kaos Hitam bercorak rumah menjadi pilihanku. Kulangkahkan kaki menuju ke pintu apartemen tuaku dan menuju ke jalan raya. 

Bruk!!
 Tumpukan kirimanku terjatuh, namun setelah mataku meneliti lebih jauh tampak sepasang kaki beralaskan sepatu sporty berwarna merah. Tak berani aku memandang, selama ini aku jarang berjumpa dengan dunia selain dalam apartemen miniku. Pemilik sepatu itu menjulurkan tangan untuk membantuku sembari memberi semyumnya. Aku merasa seperti berada di kutub utara tak mampu bergerak dan gemetaran. kemudian segera aku bergegas pergi. Yang tak dapat kupungkiri, senyumnya terus terlukis indah dalam benak kecilku. Esoknya, ada penumpang baru disebelah tempatku. Mungkinkah ini yang disebut jodoh, betapa aku terlonjak melihat peri tanpa sayap itu disebelah rumahku. oops... peri? bukankah tak selamanya peri itu wanita. 

 tok.. tok... Aku tersadar dari mimpi siang bolongku... kubuka pintu usang itu dan betapa shoknya ketika kulihat ia berdiri tepat dihadapanku. "Salam kenal, namaku Reto, aku tinggal disebelah mulai sekarang. " aku hanya menunduk dan menyebut lemah Do...ri. Lalu kututup pintu. 



 "Aku memiliki tetangga yang aneh, ia tak pernah memandang mata lawan bicaranya. Namun, ketika pertama aku bertemu dan menatap matanya, ada yang salah padaku. Aku ingin membawanya keluar dari dunia gelapnya."

 Aku membereskan barangku sambil terus mengingat tetanggaku. Sepintas teringat olehku tatapan matanya yang dipenuhi ketakutan. Aku begitu ingin menyelamatkannya. Apakah ini hanya simpati atau aku telah jatuh hati?? Setiap hari aku terus mengunjungi Dori dan mengganggunya, namun ia masih diam. Hingga suatu hari dia merasa tertekan "BERHENTI" itulah yang ia ucapkan. Aku sadar ia menahan air matanya. Mungkin dia tipe yg tak akan menangis dihadapan orang asing. Aku mulai diam membatu. suasana menjadi setegang besi dan sekaku batu. 

 "Ceritalah, aku bisa menjadi temanmu Dori. mari berbagi bersama." mungkin terharu, ia menangis dan mulai bercerita betapa kejam dunia. setelah ia kehilangan semua yang ia sayang, ia harus di khianati dan di bully oleh sahabatnya. ia tidak bisa percaya pada siapa pun. kupinjamkan pundakku untukknya, dan aku semakin merasa jantungku memberontak.


 "tetangga baruku itu, bukan orang biasa. ia seperti memiliki sihir dari senyum dan segala dalam dirinya. aku tidak tau kenapa aku bisa percaya dan bercerita padanya. namun perlahan aku mulai menatap dunia dan aku merasa masih ada yang peduli padaku." 

 hari hariku berjalan indah semenjak reto tinggal di sebelahku. keceriaannya membangun rasa percaya diriku dan rasa bahwa aku berhak untuk tampil. Aku mulai mencintai diriku sendiri juga reto. ketika jam terus berdetak aku telah siap dengan dress hitam dan rambut rapiku. jantungku terasa mau copot. padahal ini hanya janji biasa bagiku makan bersama reto. aku mulai sadar... aku jatuh cinta padanya. kami tiba di sebuah restoran khas jepang dengan dekorasi ala bambu. namun, kenapa hanya ada aku dan pria berprofesi pencipta game ini disini ?? apakah makanan disini gak enak? dan pertanyaan dalam anganku terjawab. "Aku telah menemukan bagian diriku yang hilang sejak bertemu denganmu" aku terharu dan menjawab hal yang serupa sambil reto memasangkan kalung dileher kecilku. "mencintai tidak butuh syarat. ia adalah saling melengkapi antara dunia terang dan gelap antara kau dan aku. " ****TAMAT****

Senin, 18 Februari 2013

Song Page :)


NUANSA BENING
Cipt : Keenan Nasution
Penyanyi : Keenan Nasution
Tahun Populer : 1978

Oh tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja
Waktu perkenalan terjalin sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan


            Oh tiada kejutan pesona diri
            Pertama kujabat jemari tanganmu
            Biasa saja
            Masa perkenalanpertalian lewatlah sudah
            Ada yang menarik bayang-bayangmu
            Tak mau pergi
            Dirimu nuansa-nuansa ilham
            Hamparan laut tiada bertepi


                        Reff     :           Kini terasa sungguh
                                                Semakin engkau jauh
                                                Semakin terasa dekat
                                                Akan tumbuh kembangkan

                                                Kasih yang kau tanam
                                                Di dalam hatiku
                                                Menatap nuansa-nuansa bening
                                                Jelasnya doa bercita



TUHAN
Cipt : Sam Bimbo
Penyanyi : Bimbo
Tahun Populer : 1974
Tuhan...
Tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala peluh

            Tuhan...
            Tuhan Yang Maha Esa
            Tempat aku memuja
            Dengan segala doa

Reff      :           Aku jauh, engkau jauh
                        Aku dekat engkau dekat
                        Hati adalah cermin
                        Tempat pahala dosa berpadu


AYO MAMA
Cipt : Yopie Latul
Penyanyi : Hamiedan ac
Tahun populer : 1955-1969

Ayam hitam telurnya putih
Mencari makan di pinggir kali
Sinyo hitam giginya putih
Kalau ketawa manis sekali


Ayo mama, jangan mama marah beta
Dia cuma cuma pegang beta
Ayo mama, jangan mama marah beta
Lah orang muda punya biasa


GANG KELINCI
Cipt : Titiek Puspa
Penyanyi : Lilis Suryani
Tahun Populer : 1960-an

Jakarta kota ku indah dan megah
Di situlah aku di lahirkan
Rumahku di salah satu gang
Namanya gang kelinci
Entah apa sampai namanya kelinci
Mungkin dulu kerajaan kelinci
Karena manusia bertambah banyak
Kasihan kelinci terdesak

Sekarang rumahnya berjubel
Oh…padat penghuninya
Anak-anak segudang
Krudak… kruduk…
Kayak kelinci

Kami semua hidup rukun dan damai
Hanya satu yang aku herankan
Badanku bulat tak bisa tinggi
Persis seperti anak kelinci

SI HITAM
Cipt : Titiek Puspa
Penyanyi : Titiek Puspa
Tahun populer : 1963-1964

Dulu pernah aku punya seorang kawan
Namanya lucu tapi cukup mengesankan
Pula badannya kecil dan kulitnya hitam
Baik budi seperti seorang seniman
Kuingat namanya, oh si hitam



Tapi dia kini tak pernah lagi muncul kembali
Kabarnya dia telah lama pergi
Dan kini menjadi kiai



Oh, si Hitam, si Hitam,
Kawanku sayang
Walau kini kau tak pernah menjelang datang
Tapi namamu selalu di dalam ingatan
Karena budimu baik seperti seniman
Salamku padamu ooh si Hitam


Oh, si Hitam, si Hitam,
Kawanku sayang
Walau kini kau tak pernah menjelang datang
Tapi namamu selalu di dalam ingatan
Karena budimu baik seperti seniman
Salamku padamu ooh si Hitam



SYMPHONY YANG INDAH
Cipt : Robby Lea
Penyanyi : Bob Tutupoly
Tahun Populer : 1980
Alun sebuah symphony
Kata hati disadari
Merasuk sukma kalbuku
Dalam hati ada satu
Manis lembut bisikanmu
Merdu lirih suaramu
Bagai pelita hidupku

Berkilauan bintang malam
Semilir angin pun sejuk
Seakan hidup mendatang
Dapat kutempuh denganmu
Berpadunya dua insan
Symphony dan keindahan
Melahirkan kedamaian
Melahirkan kedamaian

Syair dan melodi
Kau bagai aroma penghapus pilu gelora di hatiku
Bak mentari kau sejukkan hatiku
Burung-burung pun bernyanyi
Bunga-bunga pun tersenyum
Melihat kau hibur hatiku
Hatiku mekar kembali
Terhibur symphony
Pasti hidupku kan bahagia


LILIN-LILIN KECIL
Cipt : James F. Sundah
Penyanyi : Chrisye
Tahun populer : 1977
Oh...
Manakala mentari tua
Lelah berpijar
Oh...
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkerut-kerut tiada berseri
Tersendat-sendat merayap
Dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah berganti

Reff      :           engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau mengganti
                        Sanggupkah kau memberi
                        Seberkas cahaya
                        Engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau berpijar
                        Sanggupkah kau menyengat
                        Seisi dunia

Oh...
Manakala mentari tua
Lelah berpijar
Oh...
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkerut-kerut tiada berseri
Tersendat-sendat merayap
Dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah berganti

                        engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau mengganti
                        Sanggupkah kau memberi
                        Seberkas cahaya
                        Engkau lilin-lilin kecil
                        Sanggupkah kau berpijar
                        Sanggupkah kau menyengat
                        Seisi dunia




ANAK KAMBING SAYA
Cipt :
Penyanyi : Rivananda Tieshadiona Rahardjo
Tahun populer : 1999
Mana dimana anak kambing saya
Anak kambing tuan ada di pohon waru
Mana dimana jantung hati saya
Jantung hati tuan ada di kampung baru

Reff      :           caca marica he hei
                        Caca marica he hei
                        Caca marica ada di kampung baru

                        Caca marica he hei
                        Caca marica he hei
                        Caca marica ada di kampung baru


BURUNG KAKAK TUA
Cipt :
Penyanyi :
Tahun populer :






Burung kakak tua
Hinggap di jendela
Nenek sudah tua
Giginya tinggal dua...

Trek dung... trek dung...
Trek dung .. la.. la,.. la...
Trek dung... trek dung...
Trek dung la... la.. la...
Trek dung... trek dung...
Trek dung la... la.. la..
Burung kakak tua